Dokter Jawa

Gelar bagi lulusan Sekolah Dokter Jawa. Dokter Jawa belum bisa melaksanakan praktek kedokteran secara penuh karena masih dibatasi oleh aturan-aturan yang dibuat oleh pemerintah kolonial. Kemudian Dokter Jawa diijinkan menambah pengetahuannya di bidang kebidanan dengan menempuh ujian lebih dahulu. Perkembangan selanjutnya lulusan STOVIA mendapat gelar Inlandsch Arts, Indisch Arts, yang berarti Dokter Bumiputera menggantikan gelar Dokter Jawa.

     Indlandsch Arts (Dokter Pribumi) mempunyai wewenang mempraktekkan ilmu kedokteran juga termasuk ilmu kebidanan. Gaji awalnya ditetapkan f 50 sebulan dan tiap tiga tahun ditambah f 250, sedangkan tunjangan Dokter Jawa pada awalnya sebesar f 30 sebulan, kemudian mengalami kenaikan sebesar f 5 setiap bulan hingga mencapai f 50 sebulan. Tahun 1904 pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan peraturan tentang kedudukan dokter pribumi, karena jabatan tersebut pada waktu itu tidak dianggap golongan priyayi, sedangkan kebanyakan dokter pribumi berasal dari Jawa. Kebijakan itu dilaksanakan dengan mengadakan perbaikan pada gaji dokter pribumi, sebagai gaji awal f 150 sebulan dengan kenaikan f 25 setiap tahun sehingga f 250.