Djuwita

Nama asli Djuwita adalah Deetje Moningka, lahir di Jakarta sebagai anak Kemayoran tahun 1933 dari orangtua asal Minahasa. Ia mulai menyanyi pada 1944, sebagai anggota paling muda dari orkes Empat Sekawan pimpinan Jahya. Penyanyi paling laris dan paling mahal pada 1957 sampai 1958, karena lagu Indahnya alam yang dicipta oleh R. Maroeti khusus untuknya, mencapai penjualan terbanyak dalam sejarah musik rekaman Indonesia sampai tahun 1960. Pada tahun 1957 saja tercatat sejurnlah 4.517 buah piringan hitam - suatu jumlah yang fantastis pada waktu itu, mengingat bahwa alat elektronik berupa pick-up hanya dirniliki oleh kalangan masyarakat yang terbatas sekali.

Pada 1955 ia masuk orkes Dendang Kelana pimpinan R. Maroeti, setelah merasa kurang sukses dalam rekaman kroncong iringan orkes yang dipimpin oleh Adikarso. Ketika Usmar Ismail membuat film Tiga dara, suara Djuwita-Iah yang berada di balik mulut Chitra Dewi, menyanyikan lagu-Iagu Senandung lagu lama, dan Cita-cita membumbung tinggi. Dalam lagu tema Tiga dara sendiri, Djuwita menyanyi bersama Elly Srikudus dan Siti Nur Rochma. Kedua nama penyanyi yang terakhir men-"dubbing" untuk suara Indriati Iskak dan Mieke Wijaya. Selain Tiga dara yang termasuk film laris itu, Djuwita juga menyanyi pada beberapa film untuk lagu tema, misalnya Kroncong Kemayoran, dan Djakarta di Waktu malam.