Direktorat Jenderal Kebudayaan, Gedung

Terletak di Jl. Cilacap No.4, Jakarta Pusat. Dibangun tahun 1921 oleh Pemerintah Belanda, sebagai kantor Departement voor Onderwijs en Eredienst (Departemen Pendidikan dan Pengajaran). Sempat digunakan sebagai kantor Telepon, kemudian pada awal kemerdekaan sekitar tahun 1945-1946 menjadi tempat rapat Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP KNIP) dan selama 1946-1949 tempat kegiatan Angkatan Pemuda Indonesia (API).

Sebelum ibukota pindah ke Yogyakarta, bangunan tersebut berfungsi sebagai tempat kegiatan pemerintah. Sejak tahun 1950-1968 beralih fungsi menjadi kantor Departemen Pendidikan dan Pengajaran RI. Kemudian difungsikan sebagai Kantor Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan hingga tahun 1996, sebelum akhirnya pindah ke kantor baru di Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat. Para menteri yang pernah berkantor di dalamnya, antara lain Dr. Bahder Djohan, Mr. Wongsonegoro, Mr. Mohammad Yamin, Prof. Ir. RM. Suwandi, Ki Sarino Mangunpranoto, dan Prof. Dr. Prijono.

Bentuk bangunan memiliki keunikan tersendiri, sehingga menerima Penghargaan Sertiflkat Sadar Pemugaran 1996. Pada bagian depan berlantai dua, sedangkan di bagian belakang merupakan bangunan tiga lantai namun atapnya memiliki ketinggian yang sama. Tangga sebagai pemisah kedua bagian bangunan ditampilkan dengan jelas, merupakan hal biasa yang lazim digunakan masa itu. Ragam hias bangunan banyak menampilkan ragam hias geometris, mulai dari hiasan kerucut segi delapan di kanopi beratap datar di bagian dalam, sampai pada detail hiasan pada lubang angin dan pagar pembatas balkon pada bagian luar bangunan tiga lantai.