Dicky Zulkarnaen

Aktor film, nama aslinya Iskandar Zulkarnaen, lahir di Jakarta, 12 Oktober 1939, dan meninggal di Jakarta tahun 1995. Pendidikan SMA ia selesaikan 1959 di Jakarta dan pernah mengikuti kuliah di Akademi Teater Nasional Indonesia. Menikah dengan Mieke Wljaya dan dikaruniai empat orang anak. Tampil pertama kali TVRI Stasiun Pusat Jakarta sebagai pemain sandiwara sejak 1967, dalam cerita Orang Asing, kemudian Pawang Hujan, keduanya disutradarai Matnoor Tindaon. Tahun 1975, membentuk sebuah grup sandiwara anak-anak yang dinamainya Keluarga Paman Dicky. Sejak itu ia bermain dan memimpin groupnya tampil mengisi acara Cerita Untuk Anak bersama Nizmah Zglulsyah, Ade Zulkarnaen dan lain-lain dengan sutradara Alwi El Adam. Sejak tahun 1960-an sudah aktif di pentas sandiwara, antara lain memerankan tokoh Gajah Mada dalam cerita berjudul Sumpah Palapa Gajah Mada, disutradarai Wim Umboh dan dipentaskan di Bali Room Hotel Indonesia(1964). Ia pernah pula bergabung dengan Teater Populer pimpinan Teguh Karya.

Dunia film diterjuninya sejak 1959. Pertama kali sebagai karyawan dan figuran dalam film Sehelai Merah Putih yang disutradarai Alam Surawijaya. Sejak itu, ia sudah bermain pada sekitar tujuh puluhan film, sebagian besar memerankan tokoh "jagoan", antara lain Si Pitung Banteng Betawi, Pemberang, Salah Asuhan, Keris Pusaka, dan Si Ronda Macan Betawi. Permainannya dalam film Pemberang menghasilkan Piala Citra untuknya dalam FFI 1973 sebagai pemeran pembantu terbaik. Pernah mendapat penghargaan aktor terbaik dalam pemilihan yang diselenggarakan PWI Seksi Film, masing-masing untuk permainannya dalam film Si Pitung Banteng Betawi (1971) dan Salah Asuhan (1973).

Ia duduk sebagai Ketua II PARFI periode 1975-1978. Selama periode itu, ia beberapa kali memimpin rombongan artis-artis PARFI mengadakan pertunjukkan di daerah-daerah dan mewakili PARFI menghadiri Seminar Festival Film ASEAN di Pattaya, Bangkok 1976. Sebagai artis film, ia beberapa kali mengikuti Festival Film ASEAN maupun Asia, antara lain di Kualalumpur, Singapura, Taiwan, Korea Selatan dan lain-lain. Ia pun pernah mengikuti shooting film di luar negeri, baik untuk produksi nasional maupun produksi luar negeri, antara lain di Manila untuk film Naga Merah, di Swiss dan Belanda untuk film Jaringan Antar Benua (keduanya produksi Nasional) dan di Malaysia untuk film Potret Maria produksi Karya Film Malaysia.