Dewan Kesenian Jakarta

Dibentuk tahun 1968 sebagai wadah organisasi para seniman. Keanggotaan DKI ini diatur secara periodik yaitu selama 3 tahun, dengan ketentuan bahwa seorang seniman tidak diperbolehkan untuk 3 kali berturut-turut duduk sebagai anggota. Fungsi Dewan ini adalah membina dan memberi kesempatan seluas-luasnya kepada para seniman untuk bebas berkreasi dan menyajikan hasilnya kepada masyarakat luas, memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menikmati karya seni budaya, baik Nasional maupun lnternasional, mengatur pengisian acara-acara kegiatan di arena "Taman Ismail Marzuki". Fungsi ini diserahkan kepada DKI mengingat di arena ini memang sejak semula diarahkan sebagai salah satu tempat penyajian hasil karya seniman seniman pada saat itu.

Untuk menampung kegiatan kesenian masyarakat serta kegiatan DKI, tahun 1968 Pemerintah DKI Jakarta telah membangun gedung pusat kesenian "Taman Ismail Marzuki" yang pengelolaannya diserahkan pada Lembaga Taman Ismail Marzuki, sedang pemerintah DKI Jakarta hanya membina dan mengawasi serta memberikan subsidi atau bantuan keuangan sesuai dengan kemampuan anggaran daerah. Dengan adanya Taman Ismail Marzuki masyarakat dapat menyaksikan dan sekaligus mengikuti perkembangan kegiatan kesenian, dan dapat pula digunakan sebagai tempat rekreasi.