Des Indes, Hotel

Hotel terbesar di Batavia yang terletak dekat ujung selatan Molenvliet West (Jl. Gajah Mada), berdiri di atas tanah seluas 3,1 ha. Semula merupakan pemukiman pribadi seorang insinyur VOC (1747). De Klerk juga pernah menjadi pemilik tanah ini pada tahun 1760. Pemerintah kemudian membeli rumah dan menjadikannya sekolah asrama bagi para gadis (1832). Namun sekolah ini dipindah ke lokasi lain karena guru wanitanya menikah (1832).

Sejarah des Indes berawal dari Hotel de Provence milik Chaulan (1829) dan diteruskan oleh anaknya- Antoine (1835). Nama de Provence diambil dari daerah Perancis selatan tempat Chaulan (pemilik hotel) dilahirkan. Lewat sebuah pelelangan, hotel menjadi milik Etiene yang juga putra Chaulan. Managemen hotel diserahkan kepada Comelis Denninghof yang merubah nama hotel menjadi Hotel Rotterdam (1851), sebelum dijual kepada Wijs. Hotel Rotterdam tidak telalu menarik pengunjung. Bahkan mereka lebih memilih Hotel der Nederlanden. Kemudian Wijs mengubah nama hotel menjadi des Indes atas saran Douwes Dekker. Kembali hotel berpindah tangan dari Cressonier (1860), Louis Gallas (1880), Lught (1888), dan perusahaan bernama N.V. Hotel des Indes yang didirikan untuk mengelola hotel dan mengambil alih kekayaan Lught yang bangkrut (9 November 1897). Hotel des Indes mulai bangkit setelah pengangkatan Gantvoort sebagai manajer hotel.

Para tamu di Hotel des Indes menunjukkan tipologi masyarakat campuran. Mereka duduk bersama untuk saling beradu pendapat di "rumah sementara mereka" setelah mengunjungi Societeit Harmonie atau tempat lain. Ketika hotel dimiliki oleh Etienne, selain menyuguhkan evening ice dan memanfaatkan lapangan di depan hotel untuk pertunjukan sirkus kecil (1848). Di lantai bawah terdapat cafe kopi yang dioperasikan Louis Dimier, seorang bekas kepala rumah tangga di rumah-rumah Belanda di Paris, Brussel, dan London. Sebuah bangunan di samping kanan hotel merupakan writing rooms yang digunakan untuk kelas ketika gedung digunakan untuk sekolah (1801). Perluasan dirancang pada tahun 1928, dan selesai untuk dibuka dengan keadaan dan dekorasi menawan pada bulan Mei 1930. Setelah kemerdekaan namanya berganti Hotel Duta Indonesia, kini menjadi kompleks pertokoan Duta Merlin.