Der Nederlanden, Hotel

Selama 1794-1890 merupakan hotel utama di Batavia sebelum tersaingi Hotel des Indes. Terletak di Rijswijk (Jl. Veteran) di petak tanah yang membentang sampai Konningsplein Utara (Jl. Medan Merdeka Utara). Berbatasan dengan rumah dinas gubernur jenderal di sebelah barat dan studio foto Woodbury & Page di sebelah timur. Semula merupakan bagian tertua gedung di Rijswijk sebagai rumah tinggal pribadi Pieter Teney. Kemudian berturut-turut dimiliki oleh anggota Dewan Hindia Mr. W.H. van Eijsseldijk, kemudian Raffles membelinya seharga 27.000 rupe, dan kemudian dijual kepada pemerintah Hindia Belanda ketika meninggalkan Batavia (1816). Pertama kali menjadi hotel dengan nama Hotel Palace Royale sesuai nama pemiliknya Johannes Petrus Royale (1840) dan berubah menjadi Hotel der Nederlanden sejak tahun 1846.

Kulitnya yang sudah dikeringkan bisa digunakan sebagai bahan bakar atau bahan campuran setanggi (dupa). Di Jakarta, merupakan tanaman khas daerah Condet karena memiliki rasa yang khas, manis, kenyal, berkulit tipis dan berbiji kecil. Duku Condet dibudidayakan secara tradisional oleh masyarakat dan dinas pertanian, dengan membuat kebun bibit di ladang perkebunan, lalu dipindahkan di halaman atau kebun rumah mereka. Di Jakarta, cukup banyak toponim yang menggunakan nama buah ini, antara lain Duku Atas, sebuah tempat di sekitar Jl. MH Thamrin sekarang.