Delman

Kendaraan sejenis kereta yang dihela atau ditarik kuda dengan dua roda. Nama delman berasal dari nama penciptanya yang pertama Edelman dan berasal dari kata Belanda deeleman. Delen berarti "membagi". Tempat duduk dalam delman memang terbagi dua, di kiri dan kanan dua deret di belakang kusir berhadap-hadapan. Sebagian besar delman merupakan kendaraan sewaan dan sampai sekarang pun bentuknya tidak berubah. Di samping itu terdapat pula delman pribadi yang bentuknya lebih mewah dari delman sewaan.

Delman terdiri dari gerobak yang beroda dua di samping kiri dan kanan serta seekor kuda yang diberi ladam ketika jalan. Kuda dikendalikan seorang kusir yang berada di gerobak tempat penumpang duduk. Delman dibuat oleh pabrik-pabrik khusus, salah satu di antaranya terletak di JI. Gajah Mada. Pabrik karoseri yang disebut wagenmakerij itu juga melayani pembuatan serta pemasangan tapal kuda selain berfungsi sebagai bengkel delman. Roda delman pada mulanya memakai 'ban' besi. Setelah jalan-jalan raya diaspal, besi diganti dengan karet padat.

Tukang atau sopir Delman disebut kusir, merupakan orang yang berprofesi menjalankan delman. Sejak dahulu delman sebagai alat transportasi tradisional banyak dipakai oleh masyarakat, terutama di Betawi. Tukang delman tersebut di dalam kesehariannya memiliki busana khusus. Umumnya memakai baju sadariah model kebaya encim yang mempunyai kantong di sisi kiri dan kanan sebagai tempat menaruh uang, bercelana komprang batik atau kolor tiga perempat serta beralas kaki terompah dan memakai peci hitam serta kain diselempangkan di bahu terkadang diikat di pinggang. Para tukang delman dengan busana seperti itu dapat dijumpai di Kampung Tanah Abang dan sekitarnya meliputi Jati Petamburan, Pal Merah, Rawa Belong, dan Joglo.