Delima

Tanaman bersemak dengan cabang-cabang yang jumlahnya banyak. Nama ilmiahnya Punica granatum L. Tinggi pohon mencapai 1-5 m. Daunnya berbentuk bundar telur, mengkilat, berukuran kecil. Bunganya bewarna merah atau kuning pucat. Buahnya berbentuk bulat, wamanya merah mengkilat, hijau kekuning-kuningan, putih, coklat kemerah-merahan atau ungu kehitam-hitaman. Berbiji banyak, wamanya merah. Rasanya asam segar. Pohon ini berbuah sepanjang tahun. Delima berasal dari Iran atau Persia. Sudah umum dibudidayakan di daerah tropika, termasuk Indonesia. Buah ini papuler pula di daerah-daerah subtropika. Daerah yang paling baik untuk pertumbuhannya adalah daerah-daerah tropika yang musim kemaraunya panjang dan panas. Menyukai daerah yang bertanah liat yang agak berat. Tumbuh pada ketinggian di bawah 1000 mdpl. Di Jawa ditanam pada ketinggian 1-1500 mdpl.

Buah yang sudah masak dapat dimakan dalam keadaan segar. Di Mesir buah delima terutama dibuat semacam minuman anggur. Dapat dibuat sirup dan sari buah. Di Indonesia buah yang masih muda digunakan oleh wanita sebagai penghitam gigi terutama pada jaman yang lampau. Kulit akar digunakan sebagai obat. Di samping itu akar, daun, buah dan bunga sering digunakan juga sebagai ramuan abat-obatan. Karena warna bunga dan buahnya yang menarik sering ditanam orang sebagai tanaman hias juga. Dalam kultur Betawi, delime- yang diadaptasi dari istilah delima- digunakan untuk menyebut sehelai kain bertatahkan emas yang dibuat mengelilingi leher dan berkancing di belakang. Kain ini digunakan sebagai hiasan penutup dada.