Daniel Elias Mogot

Tokoh militer Jakarta, salah satu pendiri Akademi Militer bersama Zulkifli Lubis dan menjabat sebagai direktumya yang pertama. Ia gugur pada masa awal revolusi di daerah Tangerang. Pendidikan formalnya diperoleh di ELS Menado dan kemudian di HBS Jakarta. Di masa kolonial Belanda, ayahnya seorang anggota Valksraad, suatu kedudukan yang cukup terpandang pada masa penjajahan. Di awal pendudukan Jepang ayahnya ditahan, sehingga Mogot yang masih remaja harus menggantikan tanggung jawab sebagai kepala keluarga.

Pada saat Jepang membuka kesempatan bagi pemuda Indonesia untuk menjadi militer, Mogot segera mendaftarkan diri. Ia dilatih di Tangerang, Magelang dan Bogor, dan setelah lulus diangkat sebagai ShoTaicha. Sebagai direktur pada Akademi Militer, ia mengadakan perundingan dengan pihak Jepang di Desa Serpong (tidak jauh dari Tangerang), meminta kesediaan menyerahkan persenjataannya. Dalam perundingan tersebut terjadi baku tembak antara kedua pihak dan Mogot bersama 30 kadetnya tewas. Untuk menghargai jasa-jasanya kemudian Pemerintah Rl meng-anugerahkan Bintang Mahaputra kelas III. Namanya diabadikan pada sebuah jalan di daerah Grogol kea arah Tangerang.