Dandanan Care Haji

Dandanan di Betawi yang dipakai Tuan Raje Mude atau calon mempelai pria. Dandanan ini ditatah dengan emas manik-manik gemerlapan, yang pada saat ini lebih sering dimodifikasi dengan mote warna-warni. Sedang motifnya disesuaikan dengan pakaian penganten putrinya. Rias gede dandanan care haji meliputi 1. Jubah, atau jube, yaitu pakaian luar yang longgar dan besar serta terbuka pada bagian tengah depan dari leher sampai ke bawah, dengan panjangnya kira-kira tiga jari dari pakaian dalamnya atau boleh juga sama penjangnya dengan pakaian dalamnya. 2. Gamis, yakni pakaian dalam jubah berwama muda, kalem, dan lembut yang tidak terlalu kontras dengan warnajubahnya. Gamis tanpa menggunakan hiasan. 3. Selempang. Selempang dipakai sebagai tanda kebesaran. Namun demikian pakaian selempang ini dipakai dibagian dalam jubah. Lebarnya kira-kira 15 cm, cara memakainya diselempangkan pada pundak kiri menuju pinggang kanan. lni artinya hidup manusia cenderung salah alias ke arah kiri, namun pada hakekatnya arah jalan hidup manusia harus selalu digiring ke arah kanan, ke arah kebaikan. 4. Alpie, yaitu tutup kepala khas sorban haji setinggi 15 cm atau 20 cm, dililit sorban putih atau emas. Hiasan alpie adalah melati tiga untailrance, yang bagian atasnya diselipkan bunga mawar merah dan ujungnya ditutup dengan bunga cempaka. 5. Sirih dare, yaitu lima sampai tujuh lembar daun sirih dilipat terbalik, ujung atau batangnya tidak dibuang. Didalamnya diselipkan bunga mawar merah. Ini merupakan lambang cinta kasih suami kepada istrinya. Biasanya di bawah bunga mawar merah di dalam susunan sirih itu diselipkan juga uang dengan nilai tertinggi sebagai uang sembe. 6. Alas kaki. Sejak jaman Belanda, pengantin pria orang Betawi mulai memakai sepatu tutup alias vantopel. Sampai sekarang telah baku dipakai menjadi bagian orisinil pakaian pengantin Betawi.