Da Bo Gong Ancol, Klenteng

Klenteng yang dibangun tahun 1650 ini mempunyai nama lain, Klenteng Ancol atau Vihara Bahtera Bhakti. Terletak di suatu kompleks perumahan Ancol, tidak jauh dari tempat rekreasi Taman Impian Jaya Ancol.Tepatnya di JI. Pantai Sanur No.5 Binaria Ancol, Jakarta Utara. Kondisi klenteng sampai saat ini dalam keadaan terawat dan masih berfungsi sebagai tempat peribadatan.

Klenteng ini dibaktikan kepada Da Bo Gong (Dewa Tanah dan Kekayaan) dan istrinya. Klenteng ini mengalami perubahan fungsi dari semula sebagai klenteng untuk pemujaan Dewa Tanah kemudian menjadi klenteng tempat pemujaan juru masak Cheng Ho yang bernama Sampo Soei Soe. Klenteng ini satu-satunya klenteng kombinasi, coraknya Taois dengan gaya khusus karena klenteng ini dikaitkan dengan makam seorang Islam yang dianggap keramat dan sekaligus menjadi tempat pemujaan baik bagi orang Tionghoa maupun penduduk pribumi, oleh sebab itu pengunjung tidak diperbolehkan membawa daging babi.

Di halaman depan terdapat tempat-tempat doa yang dipersembahkan kepada dewa bumi dan Dewa Angkasa. Di depan klenteng terdapat semacam serambi atau atap yang diperluas, di bagian muka terdapat dua buah area singa yang terbuat dari batu, singa jantan digambarkan menggenggam bola dalam cengkeramannya di sebelah kanan dan singa betina digambarkan dengan anaknya sebelah kiri. Di serambi tengah didirikan sebuah altar luar dan di atas meja altar di serambi ini hanya ada sebuah tempat pembakaran dupa, pedupaan ini berupa sebuah wadah besar yang terbuat dari kayu, didekatnya terdapat beberapa batang hio yang selalu mengepul asapnya, dua jambangan bunga dan dua batang lilin serta beberapa mangkuk teh. Altar ini menghadap ke luar dan di sini orang-orang bersembahyang.

Dalam kompleks klenteng ini terdapat tujuh altar yaitu: altar pemujaan terhadap Sampo Soei Soe dan istrinya Ibu Sitiwati merupakan altar utama; sebelah kirinya adalah altar tokoh yang dipereaya sebagai juru kunei pertama klenteng ini yaitu Ong Tjoe Seng atau Wang Zhu Cheng tokoh kedua yang dipuja dalam klenteng ini; altar untuk Sam Poo Kong atau Cheng Po yang terletak di sebelah kanan altar utama altar untuk Dewi Kwan Iem; altar untuk Sang Budha; altar untuk Kong Tjo Tjai atau Gong Zhu Cai Shen; dan altar untuk Kwan Kong atau Gua Gong yaitu Dewa Perang, Di belakang klenteng terdapat makam Embah Said Areli Dato Kembang bersama istrinya Ibu Enneng (Pha Poo). Ada beberapa kuil tambahan yang sebagian besar bersifat Budhis dan juga beberapa pagoda. Secara keseluruhan klenteng ini dikelilingi oleh pagar setinggi 1 m yang di atasnya didirikan jeruji besi setinggi 40 cm.