Cut Meutia, Masjid

Terletak di Jl. Cut Meutia No.1, dahulu bangunan ini disebut "De Bouwploeg" yang merupakan nama sebuah badan perusahaan yang dibangun tahun 1879. Bangunan dengan gaya arsitektur Art Nouveau ini berlantai dua dengan bagian atas menara berbentuk persegi empat. Pada tiap sisinya mempunyai tiga buah jendela kaca yang menjadi ciri khasnya.

Perubahan fungsi gedung ini menjadi masjid berawal dari pemikiran warga yang ingin memiliki masjid di kawasan itu. Mereka mendatangi Jenderal A.H. Nasution sebagai Ketua MPRS dan meminta Gedung Bouw-ploeg bisa dialih fungsikan jadi sebuah masjid. Permintaan itu disetujui oleh Wakil Gubernur Dr. Soewondo, dan jadilah masjid dengan nama Masjid Cut Meutia, karena terletak di Jl. Cut Meutia dan dikelola oleh Yayasan Masjid Cut Meutia. Mesjid ini mempunyai Imam Besar yaitu Ustadz Haji Mahfud, dan Ustadz Abdul Azis, pengasuh pondok pesantren Attawabin di Cilangkap. Sampai saat ini, Gedung Bouwploeg tidak mengalami perubahan, termasuk sirene yang berada di atas gedung yang berfungsi bila ada bahaya. Berat sirene kurang lebih 3 ton dan suaranya akan terdengar sampai ke daerah Gunung Sahari. Pada saat pemugaran tahun 1986/1987, sirene itu dihilangkan karena dikhawatirkan membahayakan masjid ini. Merupakan suatu contoh suatu pengalihfungsian yang sukses dan sebuah bangunan tua, peninggalan masa lalu yang merupakan sebuah warisan sejarah yang berharga.