Cornelis Speelman

Gubernur jenderal di Hindia Belanda sejak tahun 1681 menggantikan Rijklofvan Goens. Ia lebih dikenal sebagai pemimpin ekspedisi militer yang dilancarkan untuk ekspansi VOC di Kepulauan Nusantara. Namanya tidak dapat dipisahkan dari kekejamannya menaklukkan Kesultanan Gowa dan Makassar juga ekspedisi ke Ambon, Banda, dan Ternate.

Cornelis Speelman kelahiran Rotterdam tanggal 3 Maret 1628, ayahnya seorang pedagang. Ia mulai berdinas di VOC sebagai asisten dan datang ke Batavia tahun 1645. Speelman meniti jenjang karir dalam dinas VOC dan tahun 1652 ia memperoleh status sebagai pedagang atau koopman. Ia juga pernah menjabat sebagai presiden dari Collegie van Schepenen tahun 1659, dua tahun kemudian diangkat sebagai gubernur di Srilangka. Ia kembali ke Batavia ditugaskan menangani persoalan Makassar yang diselesaikan lewat Perjanjian Bongaya (18 Nopember 1667). Cornelis Speelman dua kali diangkat sebagai anggota Dewan Hindia, yaitu tahun 1667 dan 1671.

Akhir tahun 1676, ia dikirim ke Jawa Timur untuk menangani kericuhan yang ditimbulkan oleh konspirasi Trunajaya dan Pangeran Puger dari Mataram. Tetapi setahun kemudian Speelman ditarik kembali ke Batavia, sementara perlawanan Trunajaya terus berlangsung. Tanggal 18 Januari 1678 Speelman diangkat lagi sebagai anggota Dewan Hindia dengan kedudukan direktur jenderal. Pada saat bersamaan Speelman diangkat sebagai presiden Collegie van Schepenen. Tanggal 25 Nopember 1681 Cornelis Speelman diangkat menjadi gubernur jenderal. Selama ia berkuasa keadaan aman-aman, dimungkinkan karena perlawanan Trunajaya sudah dipatahkan. Speelman meninggal dunia tanggal 11 Januari 1684 di Kasteel Batavia. Upacara pemakamannya menghabiskan biaya 131,400 riksdalders. Hal itu ternyata menandai awal ketidakberesan administrasi dan pemerintahan VOC di Batavia.