Condet, Cagar Budaya

Kawasan Condet merupakan wilayah bagian dalam (hinterland) Jakarta yang dipandang istimewa. Karena letaknya yang berada pada garis perkembangan historis Jakarta, yaitu Sungai Ciliwung sebagai pelabuhan yang menghubungkan Sunda Kelapa dengan wilayah lain. Juga merupakan wilayah yang memiliki peninggalan sejarah berupa rumah tradisional dalam jumlah yang cukup banyak. Pada awal 1980-an dengan luas wilayah kurang-lebih 800 hektar tercatat 25% dari rumah yang ada merupakan rumah tradisional yang memerlukan reservasi, 50% rumah tradisional dalam kondisi cukup baik, dan 25% lainnya rumah baru.

Daerah Condet dilindungi sebagai suatu Cagar Budaya, bertujuan untuk menjaga dan melindungi kelestarian lingkungan setempat sebagai daerah buah-buahan khas Jakarta (Betawi). Di samping itu kebudayaan masyarakat Condet merupakan salah satu dari sisa-sisa kebudayaan yang masih hidup di beberapa wilayah di DKI Jakarta yang jumlahnya relatif kecil. Condet dianggap masih memiliki keaslian-keaslian, baik yang menyangkut seni budaya, struktur sosial dan aspek-aspek kebudayaan lainnya. Pemugaran ini ditujukan untuk membina, mengarahkan dan mengembangkan Condet dengan segala kekayaan budayanya melalui pendekatan pola kehidupan modern. Di Kampung Condet diberikan listrik untuk masyarakat, air leiding dan fasilitas lainnya sampai kepada sistem-sistem pengelolaan pertanian, perkebunan dan sistem-sistem pemasaran hasil perkebunan dan pertanian tersebut.

Dalam planologi kota ditetapkan beberapa daerah yang perlu dipertahankan sebagai jalur hijau. Kebijaksanaan itu diarahkan untuk menjaga keseimbangan ekologi, keserasian hidrologi, pencegahan erosi, pencegahan pencemaran dan mempertahankan buah-buahan khas Jakarta. Daerah-daerah tersebut berbentuk kantong-kantong pertanian, di mana didalamnya diusahakan usaha tani campuran (pertanian, peternakan dan perikanan).