Citadel Prins Frederick

Disebut juga Fort Prins Frederick, berlokasi di daerah Weltevreden, yaitu di Wilhelmina Park, di antara dua anak cabang Sungai Ciliwung. Dibangun pada waktu Sistem Tanam Paksa atau Cultuurstelsel, pada tahun 1837 oleh Gubernur Jendral Johannes van de Bosch sebagai pusat pertahanan Weltevreden dan bagian dari rencana membangun garis pertahanan (Defensielijn van den Bosch) di Kebon Sirih. Peletakan batu pertama dan peresmiannya dilakukan oleh Pangeran Willem Frederik Hendrik. Dirancang oleh Direktur Zeni di Nederland Indie, Kolonel lonkheer Carel van der Wijck, sedangkan pelaksanaan pembangunan di percayakan kepada Kapten Zeni IGJ George Schonermarck.

Benteng ini berbentuk segi empat dengan bastion pada keempat sudutnya, dan pada dinding-dinding benteng terdapat jendela-jendela yang kemungkinan berfungsi sebagai lubang-lubang pengintaian dan tempat menaruh meriam. Tampak juga bangunan menara segi empat, pada kedua sisinya terdapat jendela, jam dan pintu. Fungsi bangunan menara mungkin sebagai tempat pengintaian karena pada puncaknya secara samar-samar terlihat beberapa buah meriam yang ujung-ujungnya mengganjur ke luar. Kabarnya, dari benteng tua yang sudah lama dibongkar ini ada terowongan tanah menuju Pasar Ikan. Di atas benteng ini dipasang sebuah lonceng besar. Di masa lalu, setiap pukul 05.00 dan 20.00 selalu terdengar bunyi meriam sebagai tanda bagi tentara. Benteng ini sudah dihancurkan dan sekarang menjadi tempat didirikannya Masjid Istiqlal.