CIOMAS

Tanah partikelir yang terletak di lereng Gunung Salak dan dimiliki oleh de Steurs. Luasnya 9.000 bahu dengan jumlah penduduk 15.000 jiwa. Petaninya banyak mengalami tekanan, pajak tinggi, jumlah contingenten tidak sesuai dengan perjanjian dan hukuman sita rumah untuk hutang yang tak terbayar.

Untuk menghindari tekanan, penduduk mulai menyingkir. Dipimpin oleh Mohammad Idris yang menggunakan gelar panembahan, 19 Mei 1886 mereka menghancurkan upacara sedekah bumi di Gadok. Pada peristiwa ini sekitar 70 orang terbunuh, namun tuan tanah bisa menyelamatkan diri. Sebelumnya, Februari 1886, Arpan yang dipercaya pengikutnya sebagai Imam Mahdi, sudah bergerak untuk membalas kematian Camat Ciomas tetapi kandas oleh polisi setempat hingga harus menyingkir ke Pasir Paok.

Daya tarik daerah Ciomas antara lain terdapatnya sumber mata air. Terletak di dekat Buitenzorg (Bogor) yang digunakan bagi mensuplai kebutuhan air untuk proyek air ledeng Batavia. Mata air Ciomas adalah kompleks mata air yang mengalir dari kaki lereng Gunung Salak, yang bisa dicapai dalam waktu setengah jam lamanya dari Bogor dan termasuk wilayah tanah swasta (particuliere) Ciomas. Mata air Ciomas ini memencarkan airnya dengan kapasitas rata-rata 500 liter perdetik.