CILINCING, KECAMATAN

Termasuk wilayah Kotamadya Jakarta Utara memiliki luas wilayah 3.970 ha. Menurut data statistik 2004, peruntukan luas tanah tersebut terdiri dari perumahan 1.297 ha, industri 1.016 ha, kantor dan gudang 191 ha, pertanian 607 ha, dan lain-lain 859 ha. Secara administratif terdiri 7 kelurahan, 81 RW, 920 RT, jumlah penduduk 237.484 jiwa dan 55.069 KK.

Kecamatan Cilincing terdiri dari:
(a) Kelurahan Sukapura (561 ha) dengan jumlah penduduk 26.246 jiwa dan 6.319 KK, 10 RW dan 98 RT.
(b) Kelurahan Rorotan (1.063 ha) dengan jumlah penduduk 26.867 jiwa dan 6.667 KK; 11 RW dan 116 RT.
(c) Kelurahan Marunda (791 ha) dengan jumlah penduduk 14.421 jiwa dan 3.792 KK, 9 RW dan 74 RT
(d) Kelurahan Cilincing (831 ha) dengan jumlah penduduk 33.026 jiwa dan 7.399 KK, 10 RW dan 129 RT.
(e) Kelurahan Semper Timur (316 ha) dengan jumlah penduduk 28.928 jiwa dan 7.506 KK, 10 RW dan 97 RT.
(f) Kelurahan Semper Barat (159 ha) dengan jumlah penduduk 61.899 jiwa dan 13.311 KK, 17 RW dan 235 RT
(g) Kelurahan Kali Baru (246 ha) dengan jumlah penduduk 46.097 jiwa dan 10.119 KK, 14 RW dan 171 RT.

Dalam sejarah Jakarta, Cilincing memegang peranan cukup penting, karena disanalah pada tanggal 4 Agustus 1811 pasukan bala tentara Inggris, yang jumlahnya hampir 12.000 orang, mendarat tanpa mendapat perlawanan dari pihak Belanda, yang pada masa itu berada di bawah kekuasaan Perancis. Pendaratan tersebut dilakukan di Pelabuhan Cicincing, Cilincing, Pelabuhan yang sejak ditutupnya pelabuhan ikan Marunda, mulai dimanfaatkan sebagai pangkalan dan tempat berlabuh. Namun hingga saat ini meskipun telah para nelayan tetap menggunakan pelabuhan tersebut sebagai tempat mendaratkan ikan hasil tangkapannya. Berbagai upaya dilakukan untuk memindahkan mereka ke Muara Angke, sebagian sudah pindah dan sebagian kecil masih tetap di Cilincing, yang kegiatannya dinilai tidak sah.