Cililitan

Kawasan Cililitan dahulu terbentang dari sungai Ciliwung di sebelah barat, sampai sungai Cipinang di sebelah timur. Sebelah selatan berbatasan dengan kawasan Kampung Makasar dan Condet, di sebelah utara berbatasan dengan kawasan Cawang. Bagian sebelah barat Jl. Dewi Sartika sekarang, sebatas simpangan Jl. Kalibata, biasa disebut Cililitan Kecil, sedangkan yang terletak di sebelah timur Jl. Raya Bogor, dikenal dengan nama Cililitan Besar. Dewasa ini nama Cililitan dijadikan nama kelurahan, Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramatjati, Kotamadya Jakarta Timur.

Nama Cililitan diambil dari nama salah satu anak sungai Cipinang. Dewasa ini anak sungai tersebut sudah tidak ada lagi bekas-bekasnya. Kata ci, adalah bahasa Sunda, yang mengandung arti "air sungai". Lilitan lengkapnya lilitan-kutu, adalah nama semacam perdu yang bahasa ilmiahnya Pipturus velutinus Wedd., termasuk famili Urticeae. Pada pertengahan abad ke-17 kawasan Cililitan merupakan bagian dari tanah partikelir Tandjoeng Oost, ketika masih dimiliki oleh Pieter van der Velde. Kemudian menjadi Lapangan Udara Halim Perdanakusumah, lapangan udara tersebut biasa disebut Lapangan Udara (vliegeld, kata orang Belanda) Cililitan.