Cililitan Besar, Rumah

Rumah tua peninggalan Belanda terletak daerah Cililitan, Jakarta Timur. Yang dapat dicapai melalui arah Cililitan menyusuri jalan ke Bogor, belok ke kiri setelah Pasar Kramat Jati dan masuk ke Jl. Rumah sakit Polri. Jika mengikuti jalan ini sampai ke ujungnya, di sebelah kanan akan terlihat Rumah Sakit Polri dan di sampingnya sebuah rumah tua yang besar, yang disebut Lebak Sirih atau Cililitan Besar: Gedung ini dibangun sekitar tahun 1775 oleh Hendrik Laurens van der Crap yang kaya. Rumah Cililitan termasuk rumah gaya Belanda-Jawa: bagian dalam lebih menyerupai rumah Belanda, sedang dari luar tampak menyerupai rumah Jawa. Gedung ini dimasukkan dalam daftar monumen yang dilindungi.

Rumah Cililitan Besar memperlihatkan beberapa ciri khas, yakni: keempat sisi serambinya terbuka, lantai pertama sejajar dengan tanah, hal yang sangat jarang di daerah tropis dimana segala jenis binatang dapat masuk melalui pintu-pintu yang biasanya terbuka. Atap berbentuk limas yang patah dan menjorok ke muka untuk menghalangi masuknya sinar matahari ke tingkat dua. Sebagian atap disangga tiang-tiang baru dan sebagian lagi ditopang tiang-tiang kayu. Tangga baru di serambi luar menuju ke lantai dua dengan tiga lubang lengkung di bawahnya untuk masuk ke lantai dasar. Kondisi rumah begitu buruk meskipun dapat dengan mudah diperbaiki, sehingga sulit dibayangkan bahwa suatu keluarga tuan tanah dulu pernah tinggal di dalamnya. Sejak sebelum Perang Dunia II hingga sekarang, gedung itu sudah dipakai sebagai asrama polisi.