BURUNG, TAMAN

Didirikan pertama kali di dalam kawasan TMII dan diresmikan pada 19 Agustus 1976 dan terus diperluas dan penyempurnaannya diresmikan pada 27 April 1987. Dibangun dengan tujuan melestarikan keanekaragaman burung yang dimiliki Indonesia. Koleksinya terdiri dari 3.369 ekor dengan 200 jenis burung. Terletak di atas tanah seluas 6 ha mencangkup sangkar yang berbentuk kubah. Sesuai dengan fungsinya, bangunan utama Taman Burung ini terdiri atas sangkar-sangkar yang berbentuk Kubah. Ada 9 kubah yang dibangun menjadi 2 kelompok, masing-masing terdiri atas 4 buah dan 5 buah yang saling berhubungan. Kubah terbesar berukuran garis tengah 68 m dan tinggi 30 m. Sedangkan yang terkecil bergaris tengah 20 m dan tingginya 9 m.

Dua kelompok kubah tersebut dipisahkan oleh suatu celah yang menggambarkan adanya selat bayangan yang dalam ilmu pengetahuan disebut Garis Wallace. Garis bayangan ini tergores mulai Sangir/Talaud, ke arah selatan antara pulau Kalimantan dan Sulawesi, terus ke selatan antara pulau Kalimantan dan Sulawesi, terus ke selatan antara Bali dan Lombok. Dengan garis ini, paparan Indonesia dibagi menjadi Barat dan Timur yang keduanya memiliki dua kelompok fauna yang secara alami berbeda sifatnya. Kubah-kubah di sebelah Barat berisi burung dan tumbuhan yang lazim terdapat di Indonesia Barat, sedangkan yang di sebelah Timur menampung burung dan tumbuhan dari Indonesia Timur. Sarana penunjangnya meliputi selasar berisi museum, perpustakaan, auditorium, restoran, dan pelataran parkir.