BURSA EFEK JAKARTA

Berlokasi di Gedung De Javasche Bank (Bank Indonesia) Jakarta-Kota yang diresmikan tanggal 3 Juni 1952 pukul 11.00 WIB oleh Menteri Keuangan Sumitro Djojohadikusumo dengan tujuan bursa tersebut antara lain untuk menetapkan catatan-catatan bursa dalam dan luar negeri dengan resmi, dan agar dapat terselenggara secara baik, maka dalam Bursa Jakarta memiliki sejumlah pelaku yang masing-masing mempunyai berbagai fungsi yang saling terkait. Sebagai pengawas dibentuklah Panitia Penasehat Soal-Soal Bursa.

Pada awalnya anggota bursa terdiri atas bank-bank pemerintah, bank-bank swasta nasional, kantor-kantor makelar atau komisioner dan beberapa bank swasta Belanda bekas anggota Vereninging vaar geld dan effetenhandel. Tahun 1959-1960, terjadi perubahan dalam cara perdagangan efek di Bursa Jakarta. Kegiatan PPUE lebih ditekankan pada penyempurnaan cara perdagangan efek-efek di bursa disesuaikan dengan peraturan-peraturan baru di bidang moneter, syarat-syarat peremisian, peningkatan tata tertib serta kode etik anggota dalam pelaksanaan perdagangan efek.