Burdah, Rebana

Rebana yang lebih besar daripada Rebana Maukhid. Garis tengahnya sekitar 50 cm. Berasal dari "Qasidah Burdah" yang merupakan lirik lagu berbahasa Arab. Qasidah Burdah ini dibawa oleh para pedagang Arab yang datang ke Indonesia sambil menyebarkan agama Islam, Dengan kata lain, Qasidah Burdah dipergunakan untuk penyebaran agama Islam oleh para pedagang di masa lampau. Nama Burdah diperkirakan diambil dari nama grupnya, Burdah Fiqah Ba'mar, yang dipimpin oleh Sayid Abdullah Ba'mar. Para pemain pada awalnya terdiri dari keluarga Ba'mar, Amzar, dan Kathum, yang merupakan keluarga keturunan Arab. Keluarga Ba'mar berasal dari Mesir dan menetap di Betawi lebih dari riga generasi.

Kehadiran Firqah Burdah Ba'mar awalnya untuk mengisi waktu luang menjelang atau sesudah pengajian. Karena dimainkan dalam forum-forum pengajian, lagu-lagu yang dinyanyikan diambil dari syair Al-Busyiri yang berisi puji-pujian kepada Nabi Muhammad. Musik ini digemari oleh keluarga keturunan Arab. Garis tengah Rebana Burdah lebih besar daripada Rebana Maukhid, yaitu sekitar 50 cm. Rebana Burdah hanya terdapat di Kuningan Barat, Kecamatan Mampang Prapatan. Para pemainnya semula terbatas pada keluarga Ba'mar, keluarga Amzar dan keluarga Kathum, keturunan Arab. Pementasan itu lebih ditekankan sebagai sarana silaturahmi antar keluarga tersebut, bukan karena sifatnya yang eksklusif.