Bur Rasuanto

Dilahirkan di Palembang, 6 April 1937. Berpendidikan SMA-B, Jurusan Filsafal Fakultas Sastra UI, dan meraih gelar Doktor dari Universitas Indonesia (1999). Pernah bekerja di Stanvae, Palembang (1957-1960), kemudian menjadi wartawan Harian Kami (1966), redaktur harian Indonesia Raya (1974), editor majalah Tempo (1974-1977), Koodinator Penerbitan Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial, Jakarta dan menjadi Direktur TIM.

Cerpennya, Discarge, mendapat Hadiah Kedua majalah Sastra tahun 1961. Cerpennya yang lain, Pertunjukan dan Ethyl Plant, mendapat Hadiah Pertama majalah Sastra tahun 1962. Tahun 1964 dua buah bukunya, Bumi tak Berpeluh (ke, 1963) dan Mereka Akan Bangkit (ke, 1963), dipilih untuk mendapat Hadiah Sastra Yayasan Yamin (kemudian dibatalkan karena hasutan pihak Lekra). Novelnya yang lain, Tuyet (1978), memperoleh hadiah Yayasan Buku Utama Departemen P & K. Karyanya yang lain Mereka Telah Bangkit (ks, 1966), Sang Ayah (n, 1969), dan Manusia Tanah Air (n, 1969). Ia ikut menandatangani Manifes Kebudayaan.