Buku Utama, Hadiah

Penghargaan yang diberikan oleh Yayasan Buku Utama kepada pengarang, penyusun, penerjemah, yang bukunya dinilai dapat meningkatkan pengetahuan, memperluas budi pekerti, dan mematangkan kebudayaan masyarakat Indonesia.

Hadiah buku utama mulai diberikan setahun setelah berdirinya Yayasan Buku Utama. Yayasan ini dibentuk pada 28 Desember 1973, sebagai jawaban langsung atau pandangan Presiden Soeharto yang disampaikannya di hadapan Panitia Tahun Baru Internasional pada 2 Mei 1973. Intisari pandangan presiden inilah yang kelak menjadi tujuan pendirian Yayasan. Pimpinan Yayasan adalah Mendikbud Republik Indonesia sebagai ketua ex-officio. Ketua harian Sekretaris Jenderal Depdikbud. Mendikbud dapat memveto keputusan yang telah diambil anggota panitia dalam menentukan buku-buku mana yang telah memenangkan hadiah.

Pemberian hadiah ini mencakup kelompok fiksi dan nonfiksi. Yang pertama meliputi penulisan novel, sedangkan yang kedua meliputi penulisan buku-buku ilmiah populer. Hadiah ini diberikan pertama kali pada rahun 1974 dan terakhir 1983. Para pemenang dalam kelompok fiksi (sastra), berturut-turut: 1974: Wildan Yatim (Pergolakan); 1975: Iwan Simatupang (Koong), Mochtar Lubis (Harimau! Harimau!), Aoh K. Hadimadja (Dan Terhamparlah Darat yang Kuning, Laut yang Biru ... ); 1976: Iskasiah Sumarto (Astiti Rahayu), Totilawati Tjitrawasita (Sebuah Cinta Sekolah Rakyat), Rendra (Tentang Bermain Dramai); 1977: Marianne Katoppo (Raumanen), Yudhistira Ardi Noegraha (Arjuna Mencari Cinta); 1978: Bur Rasuanto (Tuyet), Aryanti (Selembut Bunga); 1979: Chairul Harun (Warisan); 1980: Ahmad Tohari (Kubah); 1981: Arswendo Atmowiloto (Dua Ibu); 1982: Danarto (Adam Ma'rifat), 1983; Nasjah Djamin (Ombak Parangtritis).