BUDAK PEREMPUAN

Menurut Dr. H.J. de Graaf dalam Geschiedenis van Indonesie, budak berfungsi untuk menjaga gengsi. Oleh karena semakin banyak budak yang dimiliki maka semakin tinggi gengsi orang yang memilikinya. Budak juga bisa diperjualbelikan di Batavia. Dalam membeli budak perempuan, yang diperhatikan adalah parasnya, kepandaiannya bermain kecapi dan suara mereka, meskipun mereka dipekerjakan untuk mengurus rumah tangga. Begitu tulis Mayor William Thorn dalam Conquest of Java.

Di Batavia budak perempuan banyak berasal dari Bali, harganya lebih mahal dari budak laki-laki apalagi masih muda dan cantik, karena mempunyai 2 fungsi yaitu : sebagai tenaga kerja dalam rumah tangga, atau dapat juga dijadikan isteri oleh tuannya yang kemudian diterima sebagai orang merdeka.