Bubi Chen

Pemusik Jazz, lahir di Surabaya, 9 Februari 1938. Pria keturunan Tionghoa, lahir sebagai anak bungsu dari delapan bersaudara. Ia mulai mengenal musik justru bukan dari musik jazz, melainkan musik klasik. Semasa kecil telinganya sudah akrab dengan alunan biola ayahnya, Tan King Hoo. Sedangkan pilihannya pada piano, hanya karena instrumen itulah yang paling mudah ia gapai saat itu. Dalam usia 17, Bubi sudah mulai  mengajar, sembari mengikuti kursus tertulis di Wesco School of Music di New York, selama dua tahun. Salah satu gurunya adalah Teddy Wilson, murid dedengkot jazz, Benny Goodman. Pada tahun 50-an, Bubi membentuk Chen Trio bersama saudaranya Jopie dan Teddy Chen. Di tahun yang sama ia juga bergabung dengan Jack Lesmana Quartet yang kemudian berganti menjadi Jack Lesmana Quintet.

Bersama Jack Lesmana, tahun 1959, ia membuat rekaman di Lokananta. Rekamannya yang bertitel Bubi Chen with Strings pernah disiarkan oleh Voice of Amerika dan dikupas oleh Willis Conover, seorang kritikus jazz ternama dari AS Di tahun 1960-an, namanya sudah dikenal hingga Australia, Eropa, dan Amerika Serikat. Tergabung dalam Indonesian All Stars, bersama Jack Lesmana (alm), Maryono (alm), Benny Mustafa, Kiboud Maulana, dan kakaknya Jopie Chen, rombongan puncak pemain jazz pribumi ini tampil sukses meramaikan New York Fair. Mereka lalu tampil di Berlin Jazz Festival pada tahun 1967. Setelah itu mereka rekaman dan menelorkan album yang kini menjadi barang langka, Djanger Bali. Album ini digarap bersama seorang klarinetis ternama asal Amerika Serikat, Tony Scott.

Album rekamannya berjudul Kau dan Aku, bersama Jack Lesmana, Benny Likumahua, Hasan, dan Embong Rahardjo adalah sumbangan manisnya di pertengahan 1976. Selain itu, ada dua buah rekaman lain yang eksotik, berupa eksperimen jazz dengan beat reog. Sedangkan pada 1984, bersama jagoan-jagoan jazz seperti John Heard, Albert Heath, dan Paul Langosh, ia membuat rekaman di Amerika dan diedarkan di Indonesia. Rekaman itu diberi judul Bubi di Amerika. Album lainnya antara lain Bubi Chen And His Fabulous 5, Mengapa Kau Menangis, Mr Jazz, Pop Jazz, Bubi Chen Plays Soft and Easy, Kedamaian (1989), Bubby Chen and His Friends (1990), Bubi Chen-Virtuoso (1995), Jazz The Two Of Us (1996), All I Am (1997) dan sebagainya.

Pada Festival Jazz Berlin tahun 1997, Bubi sempat membawa alat musik siter atau kecapi di atas pianonya, mendengungkan musik-musik Indonesia di tanah Eropa. Di sinilah ia membuat harum nama Indonesia, karena terpilih sebagai salah satu dari sepuluh pianis jazz terbaik dunia saat itu, dan mendapat julukan Pearl from the East. Bahkan oleh majalah jazz Down Beat, ia dianggap sebagai Art Tatum dari Asia. Art Tatum sendiri dalam musik jazz dianggap sebagai bapaknya piano. Nama Bubi bersama Indonesian All Stars, juga tercatat di buku Joachim-Ernst Berendt, Jazz A Photo History.