Buaya Pluit, Taman

Taman wisata dan konservasi satwa reptil yang langka, berdiri di atas tanah seluas 1,5 ha yang berlokasi di Jl. Pluit Barat No.49, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, termasuk dalam kawasan Taman Tirta Loka Pluit. Dibuka secara resmi oleh Gubernur DKI Suprapto tanggal12 Januari 1983, dalam bentuk kerjasama antara Pemda DKI dan lembaga swasta Yayasan Taman Buaya Indonesia Jaya.

Sebelumnya taman ini merupakan usaha peternakan pribadi yang berada di Jl. Bandengan Utara 27, yang dalam perkembangannya dianggap tidak memadai lagi karena berada di wilayah pemukiman penduduk yang padat. Pemilik awalnya adalah Lukman Arifin, yang telah merintis peternakan tersebut sejak tahun 1960-an, di atas kolam-kolam ikan mas yang dianggapnya kurang menghasilkan keuntungan memadai. Dari pembudidayaan buaya tersebut, Arifin dapat memanfaatkan kulitnya untuk bahan industri asesoris, dan daging buaya untuk bahan makanan dan obat. Jenis-jenis buaya yang dipelihara adalah buaya air tawar dan air payau, seperti Buaya Sumatera (Crocodillus Porosus), Buaya Sinyulong dari Kalimantan (Crocodillus siamensis) dan Buaya Irian (Crocodillus fleellis).

Setelah resmi menjadi tempat wisata, diadakan penunjukan atraksi rutin bernuansa "debus" Banten oleh seorang pawang, yang tidak sebatas mempertunjukan keberaniannya bergaul dengan buaya yang terlatih, tetapi juga diimbuhi dengan kemampuan melakukan atraksi sensasional memasukkan kepala ke mulut buaya, dan menaklukkan berbagi jenis u [removed][removed] lar berbisa. Untuk semakin menambah daya tarik, juga disediakan sarana toko makanan dan cenderamata, tempat bilyar dan kolam pemancingan.