Broery Marantika

Seorang penyanyi dengan kemampuan yang luar biasa "menghidupkan" sebuah lagu. Lahir di Ambon, 25 Juni 1948, sebagai Simon Dominggus Pesulima dan meninggal di Jakarta, 7 April 2000. Dengan caranya menguasai sebuah lagu dan kalimat-kalimat yang segar sebagai selingan ketika menyanyi, tidak heran jika Broery yang, menjadi lebih terkenal dari grup yang membesarkannya, The Pro's.

Sebelum menjejakkan kakinya di Jakarta, Broery adalah anggota koor gereja dan sempat mengikuti kontes menyanyi di RRI Ambon. Grup pertama yang menampungnya di Ibu Kola adalah Remy Leimena pada tahun 1964. Dalam perjalanan kariernya Broery pernah menggunakan nama keluarga ibunya Wilmintje Marantika, kemudian baru menggunakan nama ayahnya Gijsberth Pesulima. Tahun 1967 Broery bergabung dengan The Pro's yang didukung Pertamina. Grup yang didirikan Dimas Wahab (bas) ini diperkuat Pomo (tiup), Enteng Tanamal (gitar), dan Fuad Hasan (drum). The Pro's dikenal juga sebagai Pertamina Culture Group ketika tampil di Amerika Serikat dengan misi memperkenalkan Indonesia.

Kematangan yang kemudian diperlihatkan lewat hitsnya yang pertama, Angin Malam ciptaan A. Riyanto, tahun 1969 setelah The Pro's pulang dari Singapura. Kisah cinta Broery melibatkan sejumlah perempuan, antara lain penyanyi asal Singapura, Anita Serawak, dan aktris Christine Hakim. Bersama Christine, Broery berduet dalam lagu-lagu A Riyanto lainnya seperti Melody Air Hujan, Kesepian, Permata Hati, Embun Jatuh Berderai, Malam Minggu Yang Mesra, Kehancuran, Tanam Jagung, Kenangan Manis, dan Sampaikan Salamku. Dengan dukungan Broery pula, Christine sempat menjadi penyanyi solo pada akhir 1960-an.

Broery dikenal juga sebagai aktor yang dimulainya dengan Brandal Metropolitan (1971), kemudian Lagu Untukmu (1973), Jangan Biarkan Mereka Lapar (1975), Impian Perawan (1976), dan Istriku Sayang Istriku Malang (1977). Pada tahun 1973 itu ia mewakili Indonesia di World Pop Song Festival di Tokyo, Jepang. Pada 1974 menjuarai Festival Lagu Populer Tingkat Nasional.