Brandweer

Bagian atau korps pemadam kebakaran. Sampai awal abad ke-20 di Batavia belum terdapat pemadam kebakaran. Saat itu orang lebih banyak mengandalkan jasa para tukang ronda. Kemudian di beberapa kampung dibentuk kelompok-kelompok pemadam kebakaran yang beranggotakan para pemuda penganggur yang belum dikenakan pajak. Kapan saja terdengar bunyi kentongan tanda kebakaran para pemuda itulah yang lebih dulu harus bertindak memadamkannya. Pada saat bertugas para pemuda yang dijuluki "anak pompa" mengenakan sepotong kain bernomor urut pada lengan bajunya. Para pemuda itu apabila bekerja dengan baik, mendapat hadiah uang.

Namun ternyata cara pemadaman model seperti tersebut tidak efektif, sehingga di dalam sidang-sidang Kotapraja pemerintah didesak agar secepatnya membentuk korps kebakaran yang memadai. Sementara itu kebakaran besar dan kecil terjadi. Hingga kemudian terjadi kebakaran di Kwitang tahun 1918 yang semakin menyadarkan orang tentang arti pentingnya dibentuk satu Korps pemadam Kebakaran. Rencana tersebut baru dapat terealisasi tanggal 1 Januari 1919 dan secara resmi Kotapraja Batavia memiliki Korp Pemadam Kebakaran yang bermarkas di Gang Ketapang. Tangsinya berada di belakang. Juga terdapat kantor, ruang jaga, dan garasi tempat menyimpan tiga mobil penyemprot air, dua mobil pengiring, sebuah truk, sebuah mobil biasa, sebuah tangga beroda dan sebuah sepeda motor. Selain itu ada juga enam buah sepeda dan seperangkat alat pemadam.