Botanical And Zoological Gardens

Taman Botani dan Zoologi Batavia (Batavia's
Planten en Dierentuin), didirikan tahun 1864.
Sebagai wahana pengembangan botani,
zoologi,' pertanian, hortikultura, perawatan
hewan, dan tempat pertemuan sosial bagi
masyarakat'Batavia. Terletak di Jalan cikini
dan menempati kebun yang dihibahkan oleh
Raden Saleh.
Pembangunannya meniru Istitut Zoo·
logi Kerajaan di Amsterdam. Koleksinya
didapat dari para kapten kapa1 yang singgah
ke Batavia. Sebuah memo bertanggal 3 No·
vember 1874 mencatat "Permohonan pembelian:
beberapa harimau muda". Taman ini
juga mempunyai komisaris bagian tanaman
dan hewan (1883).
Di dalam taman juga ada gedung
konser, tempat dise1enggarakan pementasan
opera, pesta, kongser musik rakyat termasuk
waltz dan polka oleh Strauss dan Weber.
Pertunjukan musik ditampilkan pada hari
Minggu pukul 7-9 pagi. Fasilitas berupa
lapangan tenis, kolam renang, dan restoran
juga disediakan. Dengan tiket sebesar satu
gulden, pengunjung bisa berjalan-jalan di
taman dan menyaksikan beberapa ekor kera
dan burung. Namun pada akhir abad XIX atau awal abad XX kebun binatang tersebut
ditutup dan hewannya tidak lagi dipelihara
di sana. Meskipun demikian kebun tersebut
tetap populer sebagai tempat piknik keluarga,
berdansa, pesta, pameran dan fungsi sosial
lainnya. Selain itu tersedia pula fasilitas untuk
bermain tenis dan berenang. Kemudian pada
akhir tahun 1960-an kebun tersebut menjadi
Taman Ismail Marzuki.

Taman Botani dan Zoologi Batavia (Batavia's Planten en Dierentuin), didirikan tahun 1864. Sebagai wahana pengembangan botani, zoologi, pertanian, hortikultura, perawatan hewan, dan tempat pertemuan sosial bagi masyarakat Batavia. Terletak di Jalan cikini dan menempati kebun yang dihibahkan oleh Raden Saleh.

Pembangunannya meniru Institut Zoologi Kerajaan di Amsterdam. Koleksinya didapat dari para kapten kapal yang singgah ke Batavia. Sebuah memo bertanggal 3 November 1874 mencatat "Permohonan pembelian: beberapa harimau muda". Taman ini juga mempunyai komisaris bagian tanaman dan hewan (1883).

Di dalam taman juga ada gedung konser, tempat diselenggarakan pementasan opera, pesta, kongser musik rakyat termasuk waltz dan polka oleh Strauss dan Weber. Pertunjukan musik ditampilkan pada hari Minggu pukul 7-9 pagi. Fasilitas berupa lapangan tenis, kolam renang, dan restoran juga disediakan. Dengan tiket sebesar satu gulden, pengunjung bisa berjalan-jalan di taman dan menyaksikan beberapa ekor kera dan burung. Namun pada akhir abad XIX atau awal abad XX kebun binatang tersebut ditutup dan hewannya tidak lagi dipelihara di sana. Meskipun demikian kebun tersebut tetap populer sebagai tempat piknik keluarga, berdansa, pesta, pameran dan fungsi sosial lainnya. Selain itu tersedia pula fasilitas untuk bermain tenis dan berenang. Kemudian pada akhir tahun 1960-an kebun tersebut menjadi Taman Ismail Marzuki.