Boke', Si

Cerita rakyat dari Betawi, menceritakan tentang seorang guru ngaji yang sombong dan meremehkan orang miskin. Setiap anak yang mengaji padanya dibebani biaya tiap bulan dan apabila tidak sanggup tidak diterima. Suatu hari seorang anak miskin yang ingin mengaji padanya diterima setelah orang tuanya bersedia membayar biaya. Karena miskin pembayaran anak itu sering terlambat yang membuat guru ngaji itu marah dan memanggilnya dengan nama Si Boke'. Sampai pada suatu acara selamatan semua anak harus membawa makanan, dan Si Boke' hanya membawa daun pisang kering yang dimaksudkan membungkus makanan di akhir acara. Guru ngaji itu marah-marah di depan temen-teman Boke' sehingga sangat malu dan tidak mau mengaji lagi. Suatu hari Boke' berjalan-jalan ke hutan dan di sana ia menemukan seekor anak Salah kerbau yang sakit. Boke' membawanya pulang, kemudian dirawat dan dipelihara hingga kerbau itu besar dan sehat. Kemudian ia memberikan kerbau itu pada guru ngajinya sebagai ganti upah yang belum dibayar pada waktu mengaji dulu. Guru ngaji menerima dengan senang hati dan kerbau itu digembalakannya sendiri.

Suatu hari ketika guru ngaji itu sedang menggembala di sawah, hujan turun dengan lebatnya, petir menyambar-nyambar sehingga semua penggembala dan petani berlindung di dalam gubuk kecil, tapi guru ngaji itu naik ke atas pohon dan duduk di cabang pohon. Karena angin sangat kencang, cabang itu menyempit dan guru ngaji itu terjepit. Ia berteriak-teriak minta tolong pada Si Boke' yang rumahnya jauh dari tempat kejadian. Pada waktu penggembala lain melihat ke tempat guru ngaji berteduh, mereka tidak melihat guru ngaji tetapi yang ada hanyalah seekor binatang Toke'.