BOGOR, KEBUN RAYA

Sebuah kebun raksasa yang amat terkenal di dunia, khususnya di kalangan ahli botani. Dibangun bukan semata demi keindahan kota, tetapi lebih didasarkan atas pertimbangan perlunya eksplorasi tumbuhan. Adalah Prof Dr CGC Reinwardt, seorang botanikus asal Jerman yang sempat menetap di Bogor, awal abad ke-19 berpendapat di Bogor memerlukan eksplorasi tumbuhan, ia pun melayangkan surat kepada Komisaris Jenderal di Batavia.

Ia memohon sebidang tanah yang akan dimanfaatkan untuk penelitian berbagai tumbuhan. Permohonan itu dikabulkan. Sebidang tanah seluas 47 hektare di belakang Istana Bogor (Buitenzarg) diberikan kepada professor tersebut. Persisnya pada 18 Mei 1817, berdirilah apa yang disebut Lands Plantentium atau Hortus Botanicus Bogorriensis. Perjalanan sejarahnya, KRB yang kini memiliki luas 87 hektare memiliki 3.504 jenis tanaman yang meliputi dalam 1.273 marga dari 199 suku. Letak KRB itu berada di tengah-tengah pusat Kota Bogor dan menyatu dengan Istana Bogor. Dibuat dengan konsep tata ruang yang indah dan koleksi tanamannya dikelompokkan sesuai dengan keberadaan pohon.

Dengan adanya pengelompokan jenis tanaman itu, maka di dalam lokasi KRB terdapat Taman Meksiko, yang memperlihatkan ciri Amerika Tengah dan Selatan dengan tanaman khasnya, yaitu kaktus. Kenari Boelevard, merupakan salah satu sudut jalan yang pada bagian kiri dan kanannya ditanami pohon kenari. Ada juga Taman Teysmann. Taman yang satu ini dibuat untuk mengenang Johannes Elias Teysmann seorang pimpinan KRB yang ketiga periode 1837-1844.

Johannes Elias Teysmann adalah satu-satunya kepala KRB yang tidak bergelar doktor. Meskipun hanya lulusan sekolah menengah, namun Teysmann-lah yang mengelompokkan koleksi KRB dan menatanya tanpa mengabaikan unsur keindahan sebuah taman. Taman Teysmann dibuat pada 1884 oleh Dr Melchior Treub pimpinan KRB pengganti Teysmann. KRB merupakan museum hidup paling lengkap di dunia yang mengoleksi tanaman tropis.

Bunga Bangkai (Amorphophallus titanium) satu jenis bunga raksasa yang tingginya dapat mencapai 3,5 meter tumbuh di KRB. Tanaman yang satu ini tergolong langka di dunia. Karena selain di Indonesia, bunga yang satu ini hanya dapat dilihat dan tumbuh di Royal Botanic Gardens di Sidney, Australia atau di Meksiko, Amerika Tengah. Koleksi langka lainnya adalah teratai raksasa asal Sungai Amazon (Victoria amazonica) dan teratai mini asal Irian Jaya. Pesona lain dari KRB ini adalah koleksi 3.142 spesimen anggrek liar yang sebagian besar berasal dari Indonesia. Tanaman liar itu mencakup 442 jenis dari 89 marga. Undang-Undang No 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam yang melindungi koleksi langka tersebut. Untuk melihatnya harus ada izin dari pimpinan KRB.

Angrek terbesar di dunia yang berasai dari Irian Jaya, yang dikenal dengan nama Grammatophyllum speciosum juga dikoleksi KRB. Selain itu, terdapat pula bangunan-bangunan tua peninggalan Belanda sebelum KRB itu ada, seperti kuburan Belanda. Ada Lady Raffles Memorial kompleks makam istri Sir Raffles Gubernur Inggris yang menguasai Hindia belanda antara 1811-1815. Terdapat pula Patung Sudjana Kassan seorang ahli biologi Indonesia pertama yang bertanggung jawab terhadap KRB yang meninggal pada 1984. Untuk mengabadikan tokoh yang satu itu, dibuat pula Taman Sudjana Kassan yang menggantikan Taman Bhineka.

Keindahan Istana Bogor dapat terlihat dari bagian tengah KRB. Sebuah kolam yang memisahkan KRB dengan istana itu melengkapi keindahan sebuah taman yang hanya akan dijumpai di belahan bumi yang lain, umumnya di daerah di Eropa dan Amerika Tengah. Di atas kolam itulah tumbuh puluhan pohon teratai raksasa asal Amerika Tengah dan Sungai Amazon serta Irian Jaya.