BOENTARAN MARTOATMODJO

Salah seorang perumus proklamasi, lahir 11 Januari 1896 di Loano (Purworejo), pendidikannya dimulai dari ELS Purworejo kemudian diteruskan ke STOVIA Jakarta selesai Mei 1819. Dan melanjutkan sekolah di Universitas Leiden, Belanda yang diselesaikan tahun 1930 dan setahun kemudian memperoleh gelar Doktor (DR) Kedokteran. Perjuangannya dimulai sejak menjadi dokter pada tahun 1918, tetapi tidak terang-terangan menjadi anggota partai politik. Selain itu ia tercatat aktif dalam lapangan pengajaran dan kegiatan olah raga. Bersama dengan Mr. Budhyarto mendirikan Persatuan Tenis Indonesia (PELTI) sebagai saingan dari kumpulan tenis orang Belanda (NIL TB Nederland Indie Lawn Tennis Bond). Pada tahun 1928-1931 ia menjadi anggota Perhimpunan Indonesia (PI) dan duduk sebagai anggota Kongres Liga menentang Imperialisme dan Kapitalisme. Rumahnya dipakai tempat pertemuan anggota PI. Karena ia dokter yang bekerja pada pemerintah Hindia Belanda di Indonesia, maka pada tahun 1930 diancam untuk dipulangkan ke Indonesia karena membantu gerakan PI. Namun atas bantuan Prof. Flu tidak jadi dipulangkan dan ditunda sampai menyelesaikan gelar DR.

Pada waktu lulus dari STOVIA dengan gelar Indisch Arts, bekerja di kantor Inspeksi Semarang kemudian ditugaskan ke Banjarmasin (Borneo) selama 2 bulan untuk memberantas kolera. Tahun 19201921 mengikuti Ekspedisi Tjorah Brem-Brem di sungai Belangu (Tanjung Selor). Tahun 1921-1922 sebagai Bedrijfsarts di Pulau Laut. Tahun 1922-1925 ditugaskan di Civiel Genees Hulp di Samarinda. Tahun 1925-1928 sebagai dokter negeri Kraksan, kabupaten Jember.

Setelah menyelesaikan pendidikannya di Belanda. Selama 1931-1933 bekerja di CBZ (Rumah Sakit) Jakarta bagian penyakit dalam. Tahun 1932-1938 bekerja di Jawatan Pemberantasan Lepra Semarang. Tahun 1938-1941 menjadi dokter Karesidenan Banyumas. Tahun 1941-1945 menjadi Direktur CBZ Semarang. Pada tahun 1945 menjadi Kepala Jawatan Kesehatan Pusat, Jakarta kemudian menjadi Ketua Harian Palang Merah Indonesia Pusat (1945-1949). Tahun 1948-1951 beliau menjadi dokter partikelir praktek umum di Yogyakarta. setahun kemudian menjadi dokter partikelir di Jakarta.

Pada masa pendudukan Jepang, ia menjadi pimpinan Jawa Izi Hokokai (Perkumpulan Dokter Indonesia). Ketika menjelang proklamasi kemerdekaan, beliau menjadi anggota BPUPKI dan kemudian PPKI. Setelah proklamasi kemerdekaan RI, jadi anggota KNIP dan menjabat sebagai Menteri Kesehatan pada tahun 1946, membentuk Sarikat Buruh Kesehatan (SBK) dan menjadi Ketua Umum tahun 1948-1952. Akan tetapi sejak bulan Juli 1946-30 Juli 1948 ditahan karena dituduh ikut mengadakan makar untuk menggulingkan Kabinet Sjahrir. Selanjutnya tahun 1948 mendirikan Serikat Buruh Indonesia (Vaksentral GSBI).

Pada tahun 1953 bersama teman-temannya mendirikan Yayasan Rumah Sakit Jakarta. Tahun 1945-1956 menjadi anggota DPRS kemudian duduk dalam Dewan Nasional Kongres Rakyat dan angkatan Baru. Di Semarang mendirikan Yayasan Perguruan Tinggi Jayabaya. Sejak bulan Juni 1957 menjadi Ketua Badan Hubungan Kebudayaan Indonesia-Uni Soviet dan menjadi Ketua Pusat Pekan Ekonomi Indonesia. Tanggal 5 Agustus 1958-1965 menjadi wakil Ketua Partindo sejak itu akhirnya mendirikan Partindo sendiri dengan teman-temannya sealirannya. Tokoh pergerakan ini wafat di Jakarta, 31 Oktober 1972.