Boediardjo, H.

Seorang birokrat dan budayawan. Lahir di Tingal, Borobudur, Magelang, 16 November 1921. Pendidikan dimulai dari HIS Rejosari di Semarang (1935), MULO di Magelang (1939), Pendidikan Teknik Radio di Bandung (1940), Pendidikan Perkereta-apian di Semarang tahun 1943-1944; Sekolah Penerbang di Bandung tahun 1951, Royal Air Force Staff College, Andover, di Jakarta tahun 1954. Perjalanan karirnya dimulai jadi Anggota Militaire Luchtvaalt tahun 1939-1942; anggota Rikuyu Sokyoku tahun 1943-1945; menjabat Deputi Menteri/KSAU tahun 19451965. Pernah menyandang jabatan sebagai Duta Besar RI di Pnom Penh 1965-1968, Menteri Penerangan RI dijalankannya pada tahun 1968-1973; dan sebagai Duta Besar RI untuk Spanyol tahun 1976-1979; menjabat sebagai Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur dan Prambanan dari tahun 1979 sampai 1985.

Kegiatan lainnya sebagai Ketua Umum Persatuan Anggrek Indonesia (PAI) tahun 1962-1983; Ketua Bidang Sosial Budaya Pepabri tahun 1974-1978; Ketua Umum Yayasan Pewayangan Nawangi pada tahun 1974; Ketua Bidang Ekuin dan Sosial Budaya Legiun Velrean RI tahun 1979. Ia sangat mengagumi Bung Karno karena Bung Karno mengajarkan betapa martabat bangsa harus dijunjung linggi. Bung Karno, juga Bung Hatta, mengajarkan kepadanya arti sesungguhnya kemerdekaan bagi bangsa ini.Selepas menjabat menteri penerangan dari tahun 1963-1967 ia sering terlihat sehingga memotret, menjadi ciri khasnya, ke mana-mana menyandang kamera dan sekali-sekali malah mewawancarai orang. Ia juga dipercaya untuk duduk di kursi Ketua Dewan Pembina Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia. Perhatiannya yang besar pada kebudayaan, membuatnya diangkat sebagai salah satu anggota Dewan Kesenian Jakarta.