Boedelmeesters

Pengurus harta warisan yang tergabung dalam suatu lembaga yang sangat penting karena harapan hidup yang pendek di Batavia, sehingga kematian dini sering menimpa pasangan hidup, yang membuat orang menikah berkali-kali. Oleh karena itu masalah warisan menjadi suatu hal yang rumit, maka boedelmeesters adalah menjual harta peninggalan orang yang meninggal dan bahkan menyampaikan hasil penjualannya kepada para ahli waris yang tak jarang berdiam di negeri Belanda.

Dewan ini dibentuk tahun 1640 dan beranggotakan 4 orang, dua diantaranya orang Tionghoa. Bertugas untuk mengurusi masalah warisan orang Tionghoa (Boedel-meeesters voor Choneesche sterjhuizen). Pemuda Tionghoa dari kalangan atas meniti karir dari sekretaris, boedelmeeesters, hingga bisa mendapat pangkat letnan.