Bleduran

Permainan anak-anak Betawi, yang juga disebut bleguran ini dibuat dengan meniru model meriam Kompeni. Bleduran dibuat dari bambu petung yang tua dan besar. Berdiameter 10-17 cm dan panjang terserah pembuat. Biasanya 1 m dengan beberapa ruas. Ruas pertama tidak dibuat lubang sedang ruas kedua dan seterusnya dibuat lubang berbentuk laras selebar 10 cm dari pangkal dilubangi 1 cm untuk tempat nyundut. Bahan peledak dibuat dari karbit dicampur air atau minyak tanah.

Dimainkan dengan memasukkan amunisi ke pangkal bleduran. Posisi meriam mendongak sekitar 10-20 cm. Ujung laras ditutup kain basah sampai padat supaya uap amunisi tidak keluar. Lubang penyudut ditutup dengan jari atau dibuat alat penutup selama 1 atau minimal 5 menit kalau ingin suaranya lebih keras. Bleduran dimainkan setelah shalat magrib. Pada bulan puasa dimainkan setelah shalat ashar sampai magrib atau menjelang sahur, dan pada saat tujuhbelasan.