Bimbo

Kelompok vokal dan instrumental, terdiri dari kakak beradik keluarga Hardjakusumah, yang terdiri dari: Samsudin, (Bandung, 6 Mei 1942; Darmawan yang kerapa dipanggil Acil (Bandung, 20 Agustus 1943); Jaka Purnama (Tasikmalaya, 1 Mei 1947), dan lin Parlina (Bandung, 1 November 1952). Nama-nama di luar putra-putri Hardjakusumah ini, berganti-ganti, tetapi yang bertahan cukup lama adalah Kuswandi. Motor kelompok ini adalah kakak tertua, Sam. Ia bermusik sejak menjadi mahasiswa jurusan Senirupa ITB. Dengan Guntur putra Bung Karno, ia membentuk kugiran bernama Aneka Nad yang sangat terkenal di Bandung sebelum 1965. Kelompok itu bubar, lalu Sam mengajak Acil adiknya membentuk Aneka Nada Junior. Ketika muncul di TVRI, tahun 1967, pengarah acara, Hamid Gruno, mengganti nama itu menjadi Bimbo - dan sejak itulah nama ini jaya.

Pada awal penampilan, gaya musik mereka sangat dibayang-bayangi oleh citra Los Morenos yang lebih senior. Rekaman perdana mereka dibuat di Singapura ketika mereka dikontrak Ming Court Hotel. Yang mengiringi mereka, Maryono, musikus jazz dari Surabaya untuk dua lagu ciptaan Iwan Abdurachman, masing-masing Melati dari Jayagiri dan Flamboyan. Di atas panggung, mereka menarik karena sederhana dan kompak. Lagu-lagu yang mereka nyanyikan pada galibnya tergolong lagu folk, karena tema sehari-hari yang akrab dalam kehidupan, tetapi yang mereka tangkap dengan sublim. Di antara lagu-lagu yang dimaksud, dapat disebut misalnya Kumis, Bibir, Cinta Kilat, Calon Mertua, Mata, Singkatan, dan lain-lain. Kemudian lagu yang sangat populer yang berifat sketsa sosial, seperti misalnya Nyanyian untuk Reagan dan Balada Seorang Biduan.

Setelah Pertemuan Sastrawan Indonesia 1972 di TIM, yang mengajukan gagasan menggubah lagu dari sajak para penyair senior, Bimbo mulai bekerjasama dengan Ajip Rosidi, Wing Kardjo, Ramadhan KH, Taufiq Ismail dll. Dan ketika hasil karya mereka dipentaskan mendapat sambutan meriah, sejak saat itulah Bimbo mulai menggarap lagu-lagu berirama kasidah yang bernuansa Islami. Beberapa lagu yang terkenal antara lain, Sajadah Panjang, Rindu Kami Padamu, dan lain-lain.