BIANG, REBANA

Salah satu rebana yang berukuran besar. Rebana Biang terdiri dari tiga buah rebana yang mempunyai nama masing-masing. Yang kecil bergaris tengah 30 cm diberi nama gendung. Yang berukuran sedang bergaris tengah 60 cm dinamai kotek. Garis tengahnya ada yang mencapai 90 cm disebut juga Rebana Cede, Rebana Salun, Rebana Cembyung, dan Terbang Selamat. Rebana jenis ini tidak memakai kerincingan dan cara pemasangan wangkis (kulit) juga berbeda. Rebana Biang juga memiliki pasak sebagai dogdog reog Sunda atau tifa Maluku. Rebana Biang sampai di Betawi dibawa oleh pasukan Mataram pimpinan Sultan Agung. Ketika itu rebana biang berfungsi sebagai hiburan dan sarana melakukan kegiatan tarekat. Diperkirakan rebana biang sudah ada sebelum agama Islam masuk Betawi.

Pada rebana yang berukuran kecil dimainkan sambil duduk, sedang rebana yang berukuran besar dimainkan dengan telapak kaki dan lutut digunakan untuk menyangga rebana dan untuk mengatur suara digunakan cara tengkepan menggunakan telapak kaki. Judul lagu yang sering dimainkan antara lain Robunasalun, Allauah, Alpasah, Dulsayidina, Sangrai Kacang, Anak Ayam, dan sebagainya. Dalam perkembangannya, permainan rebana biang memasukkan unsur musik yang lain seperti terompet, rebab, tehyan, dan biola. Penambahan ini dilakukan menggantikan lagu-lagu yang bernafaskan dzikir. Rebana Biang juga digunakan mengiringi tari Belenggo dan teater yang disebut Belantek. Fungsi asli dari rebana biang adalah untuk memeriahkan berbagai perayaan seperti khitanan, pernikahan, ulang tahun, dan sebagainya. Pemain rebana biang sebagian besar adalah pedagang atau petani kecil.

Berdasarkan cepat lambatnya irama lagu Rebana Biang ada dua macam. Pertama berirama cepat disebut lagu Arab atau lagu nyalun seperti lagu berjudul Rabbuna Salun, Alahah serta Hadro Zikir. Kedua berirama lambat, disebut lagu rebana atau lagu Melayu seperti Alfasah, Yulaela, Anak Ayam Turun Selosin serta Sangrai Kacang. Cepat lambatnya irama lagu dibutuhkan untuk mengiringi tari. Tari yang diiringi Rebana Biang ialah tari Belenggo. Group Rebana Biang yang terkenal di tahun 1950-an adalah kelompok pimpinan Kong Sa'anan. Di beberapa tempat ada yang menyebutnya Rebana Salun. Rebana Biang terdapat di beberapa tempat seperti di Ciganjur, Cijantung, dan Cakung, Ciseeng, Parung, Pondok Rajeg, Bojong Gede dan Citayam.