BEOS, STASIUN

Merupakan istilah lain untuk menyebut Stasiun Jakarta Kota, yang ide pembangunannya telah ada sejak 1915 untuk pembangunan stasiun yang baru, menggantikan Stasiun BOS Noord. Rencana tersebut sempat dikesampingkan beberapa saat karena tidak tercapainya kesepakatan, terutama persoalan pembiyayaan. Kemudian pada tahun 1926 persoalan itu muncul lagi ke permukaan, kemudian mula dibangun stasiun yang baru. Stasiun itu adalah stasiun utama dengan 12 jalur, untuk kereta ke Buitenzorg dan ke Tanjung Priok, dan m [removed][removed] erak di Selat Sunda, untuk penyeberangan ke Sumatera Selatan.

Stasiun tersebut dibuka secara resmi pada tanggal 8 Oktober 1929, dengan disain arsitekturnya oleh biro pengembang Asselberhs, Chisels dan Hes dari Algemeen Ingenieurs-en Architeetenbureau (AIA) di Batavia dan bertumpu pada pancang beton Hollandsehe Beton Mij. Suatu selamatan dilakukan untuk pegawai Indonesia untuk mengusir roh jahat berupa dikuburnya dua kepala kerbau, satu di dasar antara jam dan jalan masuk dan lainnya di belakang bangunan baru. Stasiun baru itu tetap disebut BEOS. Stasiun Kereta Api Batavia Kota yang terletak di stasiunplein, Batavia Benedenstand (kini stasiun Kota, jalan Stasiun Kota Barat), dirancang pada tahun 1927-1928 dan dibangun tahun 1928-1929, kemudian dibuka pada tanggal 8 Oktober 1929. sementara Stasiun Selatan telah ditutup pada tahun 1923.