Bengkel Uang

Didirikan pada tahun 1744 oleh Gubernur Jenderal Van Imhoff setelah bersepakat dengan Sunan Mataram, Paku Buwono II. Bengkel uang ini mencetak dirham emas (dirham jawi), dan tak lama kemudian dinar perak, yang dimaksudkan unutuk menggantikan segala macam mata uang lainnya yang banyak beredar di Nusantara dan Jawa pada khususnya. Namun pada tahun 1751 bengkel uang ini ditutup.