Belanda , Orang

Di Batavia orang Belanda terbagi menjadi beberapa kelompok, antara lain Belanda-Kemayoran, Trekker, Blijvers, dan Totok. Belanda-Kemayoran, merupakan sebutan untuk sebagian kelompok Indo-Eropa, kebanyakan Indo-Belanda yang bertempat tinggal di Kemayoran. Sebagian dari mereka tidak menutup diri dari pergaulan dengan kelompok pribumi. Namun sebagian besar lebih cenderung untuk mendekatkan diri dengan kelompok Eropa atau Belanda. Secara kewarganegaraan kelompok Indo dimungkinkan untuk sejajar dengan kalangan Eropa.

Trekker, merupakan sebuah istilah untuk menyebut orang Belanda yang baru datang yang hanya untuk sementara tinggal di Indonesia. Blijvers, istilah untuk menyebut orang Belanda yang akan tetap tinggal di Indonesia. Adapun Belanda Totok, merupakan istilah untuk menyebut orang Belanda yang baru datang ke Indonesia.

Di samping kelompok-kelompok tersebut di atas juga terdapat putri-putri Kompeni. Merupakan sebutan untuk gadis yang didatangkan dari negeri Belanda. Enam gadis pertama tiba tahun 1622 di Batavia. Kemudian pada tahun yang sama juga berangkat dari Amsterdam menuju Batavia sejumlah besar wanita, sebagian besar masih lajang. Gadis-gadis ini didatangkan dari Belanda dengan maksud supaya karyawan Belanda betah tinggal di Batavia.

Pada kenyataannya gadis-gadis Belanda yang mau datang ke Batavia sangat minim, sehingga di antara orang Belanda ada yang terpaksa menikahi gadis Indo yang berayah Portugis dan beribu Asia. Perkawinan campuran tersebut melahirkan keturunan yang disebut Indo. Diantaranya terdapat wanita Indo, merupakan wanita keturunan dari perkawinan campuran. Wanita-wanita Indo itu serta anak-anak mereka berperan besar dalam pelestarian penggunaan bahasa Portugis sehari-hari yang meskipun rusak kaidahnya namun cukup kuat menahan kemungkinan bahasa Belanda untuk maju. Bahasa yang digunakan ialah bahasa Bastert Portugees.