BELALANG

Permainan rakyat dari Jakarta yang terinspirasi dari seekor belalang yang sedang terbang. Permainan yang mulai kehilangan penggemarnya sejak tahun 1950-an ini dimainkan oleh anak umur 8-15 tahun berjumlah 2-5 anak. Kadang orang dewasa ikut bermain tetapi dengan kawan sebaya. Peralatan yang dibutuhkan, yaitu belalang, tongkat pendorong belalang, dan alat pemukul. Belalang berbentuk bulat panjang dengan ukurang 6-8 cm dan tebal 0,20 cm. Bagian sisi kepala belalang dibuat lekukan (dicoak) kira-kira 5 mm. Biasanya masih ditambah hiasan dan pewama supaya lebih bagus. Tongkat pendorong belalang dibuat dari bambu (bambu hitam) berukuran 60x2 cm. Bagian ujungnya dipaskan dengan lekukan/ coakan kepala belalang. Sedang alat pemukul tongkat pendorong berukuran 40x5 cm.

Permainan ini banyak dikenal di daerah Ciracas, Pasar Rebo, Jakarta Timur, tidak menentukan siapa yang jalan duluan. Masing-masing berlomba memukul belalang sejauh mungkin (kira-kira 50-100 m). Belalang diletakkan di atas lubang tempat memukul, dalamnya kira-kira 3-4 cm dan lebar 3 cm. Tongkat pendorong dipegang tangan kiri lain diletakkan tegak lurus dengan bagian ujung yang agak runcing ditempelkan pada lekukan/coakan. Kemudian pemukul satunya yang dipegang oleh tangan kanan dipukulkan ke bagian bawah tongkat pendorong dalam posisi membungkuk. Setelah dipukul alat belalang akan terbang jauh. Pemain akan dianggap kalah jika belalang yang dipukulnya jatuh dekat dengan lubang tempat memukul. Hukuman bagi yang kalah berupa "mengesih". Mengucapkan suara "sih" tanpa menarik nafas dan sambil ditutup matanya memasukkan belalang ke dalam lubang. Kalau gagal harus diulang kembali sampai berhasil.