Bekasi

Salah satu kabupaten di wilayah Jabodetabek (Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi) yang kaya dan maju dibidang kesenian. Kesenian rakyat Bekasi memiliki beberapa persamaan dengan kesenian rakyat Cirebon, Indramayu, Karawang, dan Betawi; antara lain Tanjidar, Topeng Bekasi , Topeng Tambun, Barongan, Banjet, Lenong, wayang kulit Tambun, Tarling, Kliningan, dan Genjring. Selain itu, dikembangkan pula kesenian rakyat yang selama ini sudah hampir punah, yakni wayang kulit Bekasi, Topeng Kuncrit, dan Ujungan. Tata upacara perkawinan adat Bekasi juga memiliki ciri yang khas. Peninggalan budaya ini merupakan objek wisata yang menarik. Objek wisata di luar seni budaya yang tidak kalah menariknya adalah Pantai Muara Gembong. Hal itu didukung dengan sarana jalan menuju pantai wisata ini sudah cukup baik.

Menurut sejarah, sekitar pertengahan abad ke-5, di Jawa Barat berdiri Kerajaan Tarumanegara. Rajanya yang terkenal adalah Purnawarman. Pada tahun ke 22 masa pemerintahannya, raja ini memerintahkan pembangunan dua buah saluran air, semacam kanal , yang dinamakan Chandrabhaga dan Gomati. Kedua saluran air tersebut berfungsi sebagai pencegah banjir, irigasi, jalur pelayaran, dan pertahanan. Lintasannya diperkirakan melalui daerah Bekasi sekarang. Panjang kedua saluran itu, menurut prasasti Ciarutendan Tugu, 6.122 tombak, atau sekitar 24,488 meter.

Menurut Prof. Dr. Poerbatjaraka, nama Bekasi berasal dari Chandrabhaga tersebut. Chandra berarti "bulan", bhaga berarti "bagian". Kata lain untuk bulan adalah sasi atau sasih. Apabila dirangkum, nama itu menjadi Bhagasasih, yang kemudian menjadi Bhabagasi, dan lama kelamaan menjadi Bekasi. Dalam prasasti itu disebut juga Bekasi sebagai salah saru pelabuhan di Jawa Barat, selain Karawang, Sunda Kalapa, Tangerang, dan Banten.

Pada zaman penjajahan Belanda, Bekasi berstatus kawedanaan. Bersama dengan Kewedanan Cikarang, Kebayoran, dan Matraman, Bekasi termasuk dalam Kabupaten Meester Cornelis. Kemudian Meester Camelis diubah namanya menjadi Jatinegara. B [removed][removed] am pada masa pasca-kemerdekaan,tanggal 15 Agustus 1950, Kabupaten Bekasi resmi dibentuk. Pada saat iru, kabupaten ini terdiri atas 4 kawedanaan, 13 kecamatan, dan 95 desa. Perkembangan selanjutnya saat dilakukan pemekaran wilayah, menjadi 20 kecamatan, yaitu: 1) Seru; 2) Cibarusah; 3) Lemahabang; 4) Cibitung; 5) Tambun; 6) Pondokgede; 7) Tarumajaya; 8) Babelan; 9) Sukatani; 10) Cikarang; 11) Pebayuran; 12) Cabangbungin; 13) Bantargebang; 14) Serang; 15) Tambelang; 16) Muaragembong; 17) Bekasi Timur; 18) Bekasi Selatan; 19) Bekasi Barat; dan 20) Bekasi Utara.