Bebodoran

Bagian awal pertunjukan Topeng Betawi yang menampilkan tokoh bodor, dipertunjukkan setelah acara tetalu, yaitu permainan musik arang-arangan, yang berfungsi pembukaan untuk mengumpulkan penonton. Tokoh bodor diamainkan seorang tokoh laki-laki dalam Topeng Betawi, yang merupakan tokoh dungu dan lucu (kocak). Pakaian dan rias yang dikenakannya mendukung peranan dan sifat itu. Ia menggunakan tutup kepala (songkok bodor) yang bentuknya seperti yang biasa dipakai oleh seorang bayi, yaitu tutup kepala yang berbentuk kerucut. Baju yang dipakai biasanya kaos oblong dan tidakjarang hanya memakai baju kaos singlet  saja. Di bagian bawah memakai celana pangsi dan di luar celana pangsi itu mengenakan lagi kain sarong. Kain sarung itu sendiri menjadi alat untuk membantu tingkah lakunya yang kocak. Terkadang kain sarung terbelit di pinggangnya, tetapi kadang belitan itu dilepaskannya atau bisa merosot dan kedodoran.

Tokoh Bodor muncul menyusul Topeng Kembang dan kemudian melakukan dialog berkisar seputar masalah topeng itu sendiri dengan diiringi atau diselingi musik. Penampilan kedua tokoh ini tidak dapat dipisahkan dalam pertunjukan awal dari Topeng Betawi. Dialog kadang juga menyindir penonton di samping Topeng Kembang itu sendiri. Tidak jarang para penonton melontarkan dialognya yang disambut oleh bodor secara spontan. Tidak ada batasan waktu dalam dialog antara bodor dengan Topeng Kembang.