BATU TUMBUH, KAMPUNG

Kampung di dekat Desa Tugu, termasuk dalam Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Dan keterangan yang diperoleh, nama Kampung Tugu Batu Tumbuh disebut demikian berasal dari cerita sebagai berikut. Pada masa penjajahan Belanda, dahulu datang ke Kampung Tugu seorang bangsa Belanda tersebut masuk ke hutan dan pembantunya disuruh menunggu di luar. Setelah hampir senja, orang Belanda tersebut tidak kembali. Sehingga pembantunya merasa khawatir, lalu menyusulnya masuk ke hutan. Setelah tiba di bawah pohon Laban (Lontar), orang Belanda tersebut ditemukan sudah tidak bernyawa lagi dan di bawahnya ditemukan sebuah batu muncul ke permukaan tanah. Ternyata setelah dibongkar dan diteliti oleh para ahli bangsa peninggalan raja Purnawarman dari kerajaan Tarumanegara. Kemudian karena prasasti itu dikeramatkan oleh penduduk, maka kemudian dipindahkan ke museum Nasional tahun 1911. Sejak prasasti itu dipindahkan, muncul di tempat itu, yakni di bawah Laban (Lontar) dua buah batu kecil lonjong bentuknya.