BATENBURG REDOUTE

Benteng Batenburg merupakan redoute yakni bangunan sederhana yang berbentuk bujur sangkar dari tanah. Disebut juga Benteng Hollandia, Benteng Maagdelijn, merupakan salah satu bagian Kota Batavia yang pernah mengalami serbuan hebat balatentara Mataram yang memaksa Kompeni menggunakan kotoran manusia sebagai peluru, sehingga sejak saat itu daerah tersebut dikenal sebagai Kota Tahi.

Pada tahun 1630, berganti nama menjadi Benteng Buren, kemudian dijadikan gudang peluru di bawah Komandan Sersan Hendrik Maatsland. Sedang Benteng Hollandia berganti nama menjadi Benteng Maatsland. Sejak 1665 benteng ini dinyatakan berbahaya karena hampir runtuh sehingga ditinggalkan penghuninya dan menjadi tempat sampah dan sarang ular. Pada tahun 1766, Benteng Hollandia pada saat terakhirnya, yaitu sebelum diratakan dengan tanah, bernama Battenburg.

Menurut Heuken, lokasinya di seberang jembatan Glodok (Glodokbrug), sekarang di sudut Jl. Pinangsia dan Hayam Wuruk. Benteng ini dialih fungsikan sebagai tempat penyimpanan mesiu (kruit-toren), pada tahun 1741 benteng ini dilengkapi dengan bangunan rondeel (bastion bulat) dengan menara setengah lingkaran. Pada tahun 1751 benteng ini diperluas hingga mencakup bangunan dan bentuknya pun berubah menjadi segitiga lalu berganti nama menjadi Grientenburg.