BATAVIA NOORD, STASIUN

Stasiun pertama di Batavia, dan merupakan awal jalur kereta api antara Batavia dan Buitenzorg, disebut juga Batavia NIS (Nederland Indische Spoorweg Maatschappy). Stasiun tersebut berupa bangunan sederhana yang kecil dengan beberapa lokomotif terletak di belakang bekas Balai Kota yang telah ada dari tahun 1710, kini dijadikan Museum Sejarah Jakarta.

Setelah pengambil alihan oleh SS pada tahun 1913 stasiun itu dinamakan Batavia Noord yang terpisah 200 m dari bekas stasiun BOS yang terletak di sebelah selatan, yang juga disebut Batavia Zuid. Pada tahun 1923 Batavia Noord untuk sementara menjadi stasiun pusat dan diperbesar baik bangunan maupun emplasemennya. Stasiun itu mengambil alih peran Batavia Zuid sehubungan dengan rencana pembangunan stasiun baru yang lebih besar di lokasi itu. Stasiun tersebut memiliki peron-peron yang sederhana dan dilengkapi dengan listrik untuk kereta ke Tanjung Priok, Meester Cornelis dan Manggarai. Sempat direncanakan untuk membangun atap peron yang rendah, namun tidak pernah terwujud. Stasiun ini kemudian ditutup sehubungan dengan penggunaan stasiun baru Batavia Kota pada tahun 1929, yang telah selesai dikerjakan.