Batavia, Kapal

Kapal VOC yang mengadakan ekspedisi ke Batavia. Sayang, kapal yang panjangnya 50 meter dengan daya angkut 600 ton itu tidak pernah sampai ke Batavia. Kapal yang dinahkodai Andrian Jacobsz itu kandas setelah menerjang karang di gugusan pulau karang Frederick Houtman Albrohos di lepas pantai Australia Barat.

Kapal yang memuat 341 orang, terdiri dari pelaut, prajurit, pedagang VOC, wanita dan anak-anak itu berangkat dari Pelabuhan Texel, Nederland, pada 28 Oktober 1628, untuk memulai pelayaran perdananya menuju Batavia. Turut serta bersama kapal batavia, tujuh buah kapal lain dari berbagai jenis dan ukuran. Armada ini dipimpin oleh Laksamana Fransisco Pelsaert, seorang saudagar senior.

Dalam pelayarannya menuju Batavia, kapal tersebut mengangkut berbagai macam muatan, yakni 12 buah peti uang perak, batu permata, tekstil, porselen dan lain-lain. Di palka paling bawah tersimpan balok-balok batu berukir. Selain sebagai pemberat agar kapal tidak oleng, batu berukir itu akan dirakit menjadi pintu gerbang utama kota Batavia, memenuhi permintaan JP Coen yang bertekad membangun kota Batavia.

Setelah sampai di Tanjung Harapan, Afrika Selatan, kapal Batavia berlayar tidak melalui rute biasa. Untuk menghemat waktu sekitar dua bulan pelayaran diperkirakan memakan waktu 9-12 bulan Adrian Jacobsz tidak melewati Madagaskar dan India tapi langsung menerjang Lautan India mengarah ke pantai barat Australia, selanjutnya berbelok tegak lurus ke utara menuju Selat Sunda. Namun nasib malang menimpanya. Pada Senin, 4 Juni 1629, kapal kebanggaan VOC itu menerjang karang dan kandas.