BASTERT PORTUGEES

Bahasa yang dipelajari oleh anak-anak dari perkawinan campuran antara bangsa-bangsa yang datang ke Batavia. Bahasa ini merupakan campuran bahasa Portugis dengan bahasa Malabar, Sinhala, Bengala atau Diu (di muara Sungai Indus). Bahasa Portugis digunakan sebagai bahasa atau alat komunikasi yang paling dominan digunakan penduduk Batavia, baik yang berkebangsaan Eropa maupun non Eropa , sampai pertengahan abad ke-18. Penggunaannya lebih intens ketimbang bahasa Melayu, karena diidentikkan kepada golongan kelas menengah, bahkan maklumat masa itu perlu diterjemahkan ke dalam bahasa Portugis supaya diketahui oleh khalayak ramai. Sampai tahun 1815, gereja di Batavia masih mempergunakan katekismus dalam bahasa Portugis.